Sabtu, 20 April 2013

Volume Penjualan Tembaga Freeport Indonesia Mulai Naik


Produksi dan penjualan tembaga PT Freeport Indonesia pada kuartal pertama 2013 mulai kembali pulih. Freeport berhasil menjual 198 juta pounds tembaga dengan harga rata-rata US$3,43 per pounds.

Dikutip dari laporan keuangan Freeport McMoran, Sabtu 20 April 2013, penjualan tembaga Freeport Indonesia pada kuartal pertama 2013 lebih tinggi dari periode yang sama sebelumnya, yang hanya dapat menjual 134 pounds tembaga dengan harga rata-rata US$3,81 per pounds. 

Anjloknya penjualan Freeport waktu itu akibat demonstrasi kenaikan upah buruh yang berdampak pada gangguan operasional.

Produksi tembaga pada kuartal pertama 2013 juga ikut membaik, dengan rata-rata output 199.400 metrik ton per hari, 59.000 metrik ton diantaranya disumbang dari  tambang bawah tanah DOZ. Sepanjang kuartal pertama, Freeport Indonesia memproduksi 219 juta pounds tembaga, naik 78 persen dibanding periode yang sama tahun lalu yang hanya 123 juta pounds tembaga.

Sedangkan penjualan emas Freeport Indonesia pada kuartal pertama kurang bersinar, namun sesuai dengan proyeksi perusahaan. Freeport hanya menjual emas sebesar 191 ribu ounces, lebih rendah dari kuartal pertama 2012 sebesar 266 ribu ounces akibat kadar bijih yang dihasilkan lebih rendah.

Produksi emas Freeport Indonesia pada kuartal pertama 2013 juga ikut anjlok menjadi 212 ribu ounces, dari 229 ribu ounces pada periode yang sama tahun lalu. 

Pada 2013, Freeport menargetkan dapat menjual 1,1 miliar pounds tembaga dan 1,25 juta ounces emas, naik dibandingkan realisasi penjualan Freeport pada 2012 lalu yang hanya menjual 716 juta pounds tembaga dan 915 ribu ounces emas. 

Perusahaan berharap, penjualan dari Indonesia meningkat pada semester dua 2013 karena sudah dapat mengakses kadar bijih yang lebih tinggi dari tambang bawah tanah DOZ.

Freeport Indonesia dimiliki oleh 90,64 persen Freeport McMoRan dan 9,36 persen pemerintah Indonesia. Tambang Freeport di Papua merupakan salah satu tambang tembaga terbesar di dunia, dengan deposit emas dan perak. 

Freeport menganggarkan investasi sebesar US$735 juta per tahun di Indonesia selama lima tahun untuk meningkatkan eksplorasi dan produksi dari tambang bawah tanah.

Tidak ada komentar: