Selasa, 16 April 2013

Ilmuwan RI Perkenalkan Alat Pemindai Otak 4 Dimensi


Ilmuwan Indonesia, Warsito P Taruno, untuk pertama kali mempublikasikan hasil temuannya, yaitu alat pemindai aktivitas otak yang diberi nama 4D Brain Activity Scanner berbasis Electrical Capacitance Volume Tomography(tomografi kapasitansi listrik berbasis medan listrik statis).

Temuannya ini telah dipatenkan di lembaga paten dunia WIPO/PTO tahun 2006 pada International Symposium on Biomedical Imaging yang diselenggarakan oleh IEEE di San Francisco, Amerika Serikat, pada 7-11 April 2013.

Untuk diketahui, IEEE merupakan organisasi ilmiah profesional internasional terbesar di dunia yang memiliki lebih dari 425.000 anggota dari 160 negara. Ruang lingkup aktivitasnya mencakup pengembangan inovasi teknologi termaju di hampir seluruh bidang, membuat standarisasi teknologi, dan menggelar aktivitas profesional dan pendidikan.

"ECVT digunakan untuk mengukur sinyal-sinyal listrik yang dihasilkan dari aktivitas otak manusia dan merekonstruksi citra volumetrik-nya," kata Warsito P Taruno, dalam keterangan tertulis yang diterima VIVAnews.

Ini teknologi pertama di dunia yang bisa melakukan pemindaian terhadap aktivitas otak manusia secara 4D dan real-time. Dalam aplikasinya, ini bisa dipakai untuk melakukan studi terhadap otak manusia (neuroscience) dan menangkap abnormalitas yang terjadi pada otak akibat gangguan seperti eplepsy, Alzheimer.
Dalam kesehariannya, pria kelahiran Solo 46 tahun yang lalu itu
menjabat direktur eksekutif CTECH Labs Edwar Technology, sebuah lembaga riset swasta yang fokus pada pengembangan teknologi di bidang pemindaian untuk industri dan kedokteran, serta teknologi kesehatan untuk terapi dan diagnostik penyakit kanker.

CTECH Labs berkantor di komplek Business Technology Incubation Center (BTIC) di kawasan bisnis baru Alam Sutera, Tangerang Selatan, yang dikelola oleh Masyarakat Ilmuwan dan Teknolog Indonesia (MITI).

Terinspirasi oleh Silicon Valley, Palo Alto, lembaga ini ditujukan mempromosikan hasil riset untuk aplikasi di industri dan mendorong munculnya perusahaan-perusahaan berbasis teknologi tinggi di Tanah Air. (umi)

Tidak ada komentar: